Summary ICCAI (International Conference on Computing and Applied informatics ) 2020
Nama : Ary Boby Siregar
Nim : 181401117
Keynote Speaker 1 - Prof. Matthew N. Dailey
Getting Something For Nothing
Pada Jaman era teknologi digital, metode deep learning sudah diterapkan dan metode ini dapat memecahkan berbagai masalah serta dapat meningkatkan performa pada sistem. Masalah mulai muncul ketika kita tidak memiliki data yang cukup. Salah satu pengaplikasian deep learning adalah mendeteksi perbedaan dua gambar.
Pertama kita perlu mengumpulkan data, dalam kasus ini kendaraan. Kita dapat memasang kamera dan kita bisa mendapatkan data mobil yang tidak berubah baik ketika masuk ataupun keluar gedung. Langkah selanjutnya memisahkan piksel kendaraan dengan hal sekitarnya dengan melakukan instance segmentation yang mengakibatkan terpisahnya objek khusus dengan daerah sekitarnya.
GANs (General Adversarial Network) terdiri dari duajaringan neural yaitu G (Generator) dan D (Discrimination). Generator berfungsi untuk membuat representasi dari inputandan juga mengeluarkan sampel yang mirip dengan aslinya. Pada saat yang sama Discrimator mencoba memberitahu antara data yang asli dan palsu dan membuat sampel berdasarkan Generator.
GANs sangat ahli dalam mengelola gambar. Kita bisamemasukkan sebuah gambar dan kemudian dimodifikasimenjadi hal yang sangat berbeda dari gambar aslinya. Langkah selanjutnya dalam deep learning kita dapat memecahkanmasalah keselarasan gambar dengan menggunakan GANs.
Langkah berikutnya yaitu dengan mengubah deteksi. Setelah masalah keselarasan gambar dipecahkan, kita perlumembuat perubahan deteksi. Ini digunakan untuk mengetahuiperbedaan piksel antar gambar. Namun, ini memerlukan sampelgambar kendaraan yang sama hingga ribuan sampel dan inisangatlah mahal. Masalah ini dapat diselesaikan dengan GANs.
Masalah sampel dapat dipecahkan dengan mengubah sudutgambar dari kendaran dan itu dipecahkan dengan menggunakanGANs. Setelah semua masalah dipecahkan, kita dapatmendeteksi apakah kondisi kendaraan sama pada saat sebelumdan sesudah.
Keynote Speaker 2 - Prof. Gyun Woo
How to Promote Student Activities in the COVID Pandemic?
Kehidupan berubah dikarenakan adanya pandemic COVID-19. Kita harus mengubah kebiasaan kita seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan memcuci tangan. Tentu saja hal inijuga berdampak ke pendidikan. Hampir semua kegiatan belajarmengajar dilakukan secara daring.
Hal ini menyebabkan beberapak kekhawatiran di kalanganpara pengajar. Para murid dapat melewati topik yang benar-benar penting. Selain itu, interaksi dengan murid juga benar-benar terbatas. Dengan keadaan yang seperti ini menyebabkandua tipe dalam mengajar daring. Yang pertama pengajar yang mneggunakan video dan yang kedua pengajar yang menggunakan online conference.
Bila menggunakan video, bagus untuk menunjukkan topik-topik yang penting dan gaya belajar disesuaikan dengan tingkatkepahaman murid. Bila menggunakan online conference, itusangat baik untuk mengetahui kegiatan murid. Namun, untukcara ini terdapat beberapa kendala seperti murid yang tidak maumenghidupkan kamera dan komunikasi satu sama lain sangatterbatas.
Cara kita untuk menghadapi masalah ini pertama, kitaharus memahami kecemasan mereka. Masih banyak murid yang belum siap untuk mengikuti kegiatan belajar daring. Diantaramereka juga lebih memilih untuk berpartisipasi secara diam-diam. Komunikasi antar pengajar dan murid juga akan sedikitterlambat dan mereka lebih memilih untuk berinteraksi secaratanpa diketahi.
Murid juga dibagi menjadi dua tipe, murid aktif dan murid pasif. Untuk murid aktif, mereka sangat antusias dalammengikuti kegiatan belajar. Sebaliknya, untuk murid pasif, mereka cukup sulit untuk belajar dan mereka juga lebih sukaberinteraksi secara privat. Dengan berkomunikasi sesame murid dapat meningkatkan keaktifan mereka. Hal ini dapat dilakukandengan kegiatan berkelompok.
Kegiatan berkelompok ini bisa dibuat seperti berbagi ide antar sesama melalui jamboard. Semua ide yang ditulis di siniakan terbagi satu sama lain sehingga meningkatkan keaktifanmurid-murid. Selain itu, pengajar juga dapat melakukankegiatan pair-programming. Di sini murid dibagi menjadibeberapa kelompok dan melakukan tugas secara Bersama-sama.
Cara yang lain dapat melakukan gamification sepertikahoot. Murid menjawab pertanyaan yang dimodifikasi menjadiseperti game. Mereka juga dapat menjawab pertanyaan secaratidak public sehingga mereka tidak perlu khawatir akan jawabanmereka.
Keynote Speaker 3 - Prof. Dr. Ing. Hendro Wicaksono
Achieving Global Sustainable Development Goals InIndustry 4.0
Revolusi industri bukan hanya tentang teknologi, namuntentang perubahan di masyarakat dan ekonomi. Kita sudahmelalui beberapa tahap revolusi industry mulai dari produksimesin mekanik, produksi massal, produksi yang efisien, hinggatransformasi digital. Teknologi dibagi menjadi tiga, yaituinfrastruktur dan interkoneksi, kecerdasan, dan interaksimultimodal.
Pada bagian paling bawah, yaitu Infrastruktur dan interkoneksi terdapat teknologi seperti IoT, Linked data, dan cloud computing. Pada bagian kecerdasan terdapat big data dan AI. Pada bagian paling atas terdapat teknologi mutakhir sepertiAR, Robot, dan 3D printing.
Terdapat empat pilar di industri 4.0. Yang pertama smart product, yaitu produk yang dapat mengenalkan diri merekasendiri seperti sensor. Yang kedua yaitu smart process, yaituproses yang baik seperti distribusi pada perusahaan. Yang ketigayaitu smart resource, yaitu seperti gedung atau mesin yang membantu proses produksi. Dan pilar terakhir adalah data. Dengan ketiga pilar pertama, itu memerlukan data yang sangatbanyak sehingga data sangat diperlukan dalam industri 4.0.
Peran industri 4.0 dalam mencapai tujuan perkembangandunia sangatlah besar. Dari smart city yang menggunakan energiseperti kincir angin yang dialurkan ke seluruh kota. Bahkanagrikultur dan aquakultur yang dapat mengoptimasi sumberdaya dalam mengolahnya.
Hal-hal apa saja yang harus diimplementasikan di Indonesia? Pertama jangkauan dampak dari industri 4.0 harusbisa sampai ke desa. Kemudian mengoptimisasi sumber dayayang ada di Inodnesia, berfokus pada keahlian bukan otot, mengoptimisasi peran-peran sosial. Dan yang terakhir adalahmejadikan Indonesia sebagai pemimpin, bukan pengikut.
Model Inovasi triple helix dapat mempercepat industri 4.0 pada sebuah negara. Model pertama yaitu peran pemerintahmengatur universitas dan industri. Model kedua yaitupemerintah memberi biaya ke universitas dan sektor industrimemberi pajak ke pemerintah dan universitas memberi ide kesektor industri. Model ketiga dan model yang paling efektifyaitu pemerintah, universitas, dan industri berada pada posisiyang sama dan terjadi kolaborasi.
Wawww
ReplyDelete